HEDONISME
KEHIDUPAN MAHASISWA
Oleh:
PATHURRONI
A.
Pengertian
Hedonisme
Hedonisme adalah suatu faham yang memandang
bahwa kesenangan itu adalah segala-galanya dan sebisa mungkin menghindari
kesedihan, kesengsaraan, serta hal-hal yang menyakitkan. Kata hedonisme sendiri
berasal dari kata yunani yaitu hedonismos dari akar kata hedone
artinya kesenangan. Faham ini berusaha menjelaskan bagaimana memuaskan
manusia tentang kesenangan yang sesungguhnya yang menjadi arah dan tindakan
manusia itu sendiri didalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Faham hedonis pada zaman modern ini sangat
berkembang pesat dikalangan mahasiswa, pasalnya banyak diantara mahasiswa yang
menyukai gaya hidup yang komplit tanpa kekurangan sedikit pun serta gaya hidup
yang terlalu konsumtif. Padahal tanpa disadari gaya hidup seperti itu akan
merusak pandangan berfikir mahasiswa menjadi semakin apatis tentang
lingkungannya serta cenderung egois terhadap sekitarnya.
Sejatinya paradigma berfikir mahasiswa itu lebih
cenderung progresif dan kritis dalam menganalisis dan mengkaji kehidupan
sosialnya, baik itu kehidupan di dalam kampus maupun di luar kampusnya. Akan
tetapi peran serta tanggung jawab mahasiswa yang sejatinya dijuluki Agen
of Change (agen perubahan) dan Agen of Control (agen
pengontrol) seakan sirna di telan zaman dikarenakan sifat hedonisme meracuni
kehidupan mahasiswa.
Maka timbullah pertanyaan tentang bagaimana
sifat hedonisme ini bisa masuk dalam kehidupan mahasiswa. ? lalu seperti apakah
penanganan yang tepat dalam menghadapi sifat hedonis ini dalam kalangan
mahasiswa. ?
B. Hedonisme Dalam Mahasiswa
Mahasiswa adalah Iron Stock dimana
mahasiswa itu di analogikan sebagai suatu asset masa depan yang kokoh yang
nantinya bergerak kearah perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, karena sejatinya
mahasiswa itu berasal dari masyarakat dan kembali kepada massa rakyat. Maka
patutlah paradigma berfikir mahasiswa itu tidak bisa disamakan dengan manusia
lainnya. Dalam paradigma sosial mahasiswa telah kita sama-sama ketahui bahwa
mahasiswa itu memiliki kajian berfikir yang ilmiah, lalu bagaimanakah hedonisme
itu sendiri dapat masuk di kalangan mahasiswa. ? menurut pendapat saya,
hedonnisme itu dapat masuk di dalam kalangan mahasiswa karena faktor-faktor
sebagai berikut:
1. Faktor Gaya Hidup Mewah
Faktor ini timbul dikarenakan mahasiswa itu
selalu ingin memenuhi kehidupan pribadinya dan cenderung tidak ingin di pandang
rendah oleh orang sekitarnya. Faktor gaya hidup yang mewah ini pun melahirkan
sifat egoisme di kalangan mahasiswa, dimana sifat egoisme ini merupakan
pelengkap dari faham hedonisme. Kenapa
demikian. ? Karena faham hedonisme memandang bahwa kebahagiaan itu adalah
segala-galanya dan tidak berfikir bagaimana caranya membahagiakan orang-orang
yang kesusahan di sekitarnya.
2. Faktor Afatis
Faktor afatis ini sebenarnya kebalikan dari
aktivis, dimana faham aktivis lebih berfikir progressif serta kritis didalam
menganalisis dan mengkaji realita-realita disekitarnya dengan analisis yang obyektif
dan efisien. Sedangkan afatis lebih memandang realita-realita di sekitarnya
tidak berarti apa-apa didalam kehidupannya dan membiarkan realita-realita
tersebut berlalu begitu saja seperti angin yang meniup dedaunan dan terjatuh
begitu saja, tanpa berfikir serta menganalisis dan mengkaji realita tersebut terlebih
dahulu. Lalu apa kaitannya dengan faham hedonisme dikalangan mahasiswa. ? tentu
ada kaitannya, karena afatis melahirkan sifat individualis yang berlebihan dari
mahasiswa yang memandang segala sesuatu itu harus di telaah dengan perasaan
terlebih dahulu. Apakah sesuatu itu dikatakan baik atau tidak oleh perasaan
maka itu yang di percayai untuk di lakukan, sementara dalam paradigma mahasiswa
menganalisis suatu masalah dengan perasaan pasti berbenturan dengan kondisi
subjektif yang menghasilkan rasa malu, sungkan dan lain-lain, maka otomatis
hasilnya akan selalu salah dengan realita yang sedang di hadapinya. Dengan
begitu mahasiswa lebih memilih hal-hal yang tidak memberatkan fikiran serta
daya analisis tinggi di dalam mengkaji realita-realita yang terjadi di
sekitarnya dan lebih memilih have fun seperti santai ke pantai, dugem
dan shopping sampai jalan-jalan malam yang sebenarnya tidak ada artinya jikalau
itu hanya menguras goceng alias duit yang berlebihan.
3. Faktor Perfectsionis
Faktor perfectsionis timbul karena adanya faktor
gaya hidup mewah yang mengharuskan mahasiswa itu mengikuti style kehidupan
modern saat ini, terlebih dengan kemajuan teknologi baru yang mau tidak mau
mahasiswa itu bersaing didalam mendapatkan teknologi baru tersebut yang tujuannya
hanya memuaskan kehidupan pribadi mahasiswa itu sendiri agar tidak di anggap
remeh oleh orang disekitarnya, padahal menjadi mahasiswa itu tidak sekedar
ngmpus dan hanya mendapatkan ilmu yang hanya sedikit saja tanpa didukung oleh
ilmu lainnya di sekitar kampus seperti masuk organisasi. Kaitannya dengan
hedonisme dalam kalangan mahasiswa, karena sifat perfectsionisme sangat dekat
hubungannya dengan faham hedonisme itu sendiri. Terlebih faham hedonisme menganggap
bahwa kebahagiaan itu lah tujuan hidupnya serta tolak ukur tindakan manusia
maka secara tidak langsung menghasilkan sifat perfectsionis yang memandang
bahwa kesempurnaan dalam segala hal itu adalah merupakan sebuah keharusan dalam
hidupnya. Tanpa memandang bahwa orang sekitarnya yang lebih membutuhkan belaian
kasih akan kehidupan yang bahagia juga sering kali di abaikan olehnya.
4. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan sangat menentukan keperibadian
mahasiswa, karena lingkungan adalah tempat dimana mahasiswa bergaul dan
berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Lingkungan yang apatis akan memaksa
mahasiswa menjadi manusia yang tidak mau tau akan realita-realita di sekitarnya
alias cuek-cuek aja. Dan biasanya lingkungan mahasiswa yang apatis ini akan
menjadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang - kuliah pulang).
Kerjaannya Cuma kuliah dan kuliah lalu pulang begitu saja tanpa memikirkan
bagaimana ia berinteraksi secara lebih dengan mahasiswa lain dan sangat tidak
peduli akan organisasi-organisasi di dalam perkuliahan yang sejatinya
mendewasakan fikirannya serta tindakannya di kemudian hari. Prilaku apatis
seperti itu cenderung rentan diserang oleh hedonisme, karena faham hedonis yang
sejatinya mengkuantitaskan kesenagan itu akan cenderung lupa bagaimana caranya
berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan mudah terjebak oleh situasi dan
kondisi dimana situasi tersebut diambil alih oleh perilaku hedonis dan
melupakan analisis ilmiahnya sebagai mahasiswa yang menjadikannya dewasa dalam
berfikir serta berperan sesuai dengan paradima mahasiswa itu sendiri.
5. Faktor Gaya Hidup Bebas
Gaya hidup bebas mahasiswa sangat rentan
diserang hedonisme, karena gaya hidup bebas sangat memperioritaskan kesenangan
duniawi yang sebetulnya hanya sesaat dan tidak mempunyai makna yang signifikan
kepada mahasiswa itu sendiri. Dalam tindakannya sehari-hari, gaya hidup bebas
ini cenderung mengambil tindakan yang ringan-ringan serta tidak mau mengambil
resiko yang terlau memberatkan fikirannya. Tindakan seperti itu sangat persis
dengan tindakan faham hedonis yang memandang bahwa segala sesuatu itu tidak
memberatkan jiwa dan raga dalam kehidupan sehari-hari. Pantaslah mahasiswa yang
kehidupannya tertlalu bebas dan glamour itu lebih memilih posisi aman serta
tidak mau memacu maneuver dia dalam tindakan-tindakannya yang membawa kebahagiaan
bagi orang-orang di sekitarnya.
Selanjutnya langkah-langkah seperti apakah yang
seharusnya ditempuh oleh mahasiswa dalam menghadapi faham hedonis yang
sejatinya merusak paradigma berfikir mahasiswa dalam kehidupannya sebagai agen
of change dan agen of control ditengah-tengah masyarakat kampus maupun di luar
masyarakat kampus. ? berikut langkah-langkahnya yang menurut saya bisa
mengurangi sifat hedonis dalam kalangan mahasiswa.
1) Kritis Dalam Bertindak dan Bertinngkah Laku
Menjadi
mahasiswa yang kritis dan peka terhadap lingkungan adalah bukan sebuah pilihan,
melainkan sebuah keharusan. Karena dengan kita menjadi mahasiswa yang kritis
kita mampu mengkaji serta mengambil tindakan yang tepat dan efisien dalam
menghadapi masalah-masalah yang menghadapii kita. Dengan begitu paradigma
berfikir mahasiswa akan menjadi sebuah praktek yang nyata dan bukan menjadi
sebuah wacana belaka. Maka dengan begitu pula secara tidak langsung kita dapat
memarginalkan hedonisme didalam kehidupan mahasiswa dan beralih kepada perilaku-perilaku
yang positif serta dapat membantu sesama dengan keikhlasan dan keyakinan yang
teguh akan perubahan.
2)
Menerapkan Gaya Hidup Sederhana
Menerapkan gaya
hidup yang sederhana adalah salah satu pilihan alternative dalam
membasmi hedonisme dikalangan mahasiswa, pasalnya dengan menerapkan gaya hidup
yang sederhana, orientasinya lebih akurat serta tidak terlalu memberatkan
fikiran serta terkesan lebih menarik dimata orang lain. Pola hidup sederhana
juga memberi pengaruh yang signifikan terhadap pergaulan mahasiswa dengan
mahasiswa lainnya, karena di pandang sangat supple dalam bergaul dan
tidak memandang lawan bergaul dari segi apapun. Itulah alasan pola perilaku sederhana
itu sangat berpengaruh terhadap penghapusan hedonisme dalam kalangan mahasiswa.
3)
Kontrol Pengeluaran Bahan Produksi
Pengeluaran bahan
produksi disini maksudnya adalah modal yang berbentuk materil maupun non
materil, bahan materil disini maksudnya seperti uang, sedangkan bahan produksi
yang non materil itu berupa selain dari uang seperti tenaga dan alat
transportasi. Lalu bagaimanakah cara kita mengontrol bahan produksi tersebut
dalam kehidupan kita sehari-hari dalam masyarakat kampus maupun masyarkat di
luar kehidupan kampus. ? Jawabannya ada pada paradigma berfikir mahasiswa itu
sendiri. Disinilah praktek nyata dari acuan berfikir seorang mahasiswa itu
dalam mengontrol segala yang menjadi perioritas utamanya. Maka secara tidak
langsung sifat hedonisme itu dapat di cegah oleh mahasiswa itu dengan
mengontrol dan memikirkan secara ilmiah
tentang segala resiko yang akan ddiambil kelaknya.
Pada
intinya pencegahan hedonisme dalam mahasiswa itu terletak pada keyakinan (trust)
yang teguh serta praktek yang nyata dari mahasiswa itu sendiri. Itu lah
beberapa cara yang mungkin dapat meminimalisir budaya hedonis itu timbul dalam
dunia kemahasiwaan.
Privacy Policy for RONY BLOGSPOTAN
If you require any
more information or have any questions about our privacy policy, please feel
free to contact us by email at Contact.
At
http://ronikurosaky.blogspot.com we consider the privacy of our visitors to be
extremely important. This privacy policy document describes in detail the types
of personal information is collected and recorded by
http://ronikurosaky.blogspot.com and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, http://ronikurosaky.blogspot.com makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Like many other Web sites, http://ronikurosaky.blogspot.com makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web
Beacons
http://ronikurosaky.blogspot.com uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
http://ronikurosaky.blogspot.com uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick
DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on
http://ronikurosaky.blogspot.com.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to http://ronikurosaky.blogspot.com and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to http://ronikurosaky.blogspot.com and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Our
Advertising Partners
Some of our
advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our
advertising partners include .......
·
Google
While each of these
advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated
and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of http://ronikurosaky.blogspot.com.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of http://ronikurosaky.blogspot.com.
These third-party ad
servers or ad networks use technology in their respective advertisements and
links that appear on http://ronikurosaky.blogspot.com and which are sent
directly to your browser. They automatically receive your IP address when this
occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may
also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness
of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content
that you see on the site.
http://ronikurosaky.blogspot.com
has no access to or control over these cookies that are used by third-party
advertisers.
Third
Party Privacy Policies
You should consult the
respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed
information on their practices as well as for instructions about how to opt-out
of certain practices. http://ronikurosaky.blogspot.com's privacy policy does
not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers
or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies
and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable
cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed
information about cookie management with specific web browsers can be found at
the browsers' respective websites. What Are Cookies?
Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. http://ronikurosaky.blogspot.com does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that http://ronikurosaky.blogspot.com has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. http://ronikurosaky.blogspot.com does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that http://ronikurosaky.blogspot.com has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy
Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.
Update
This Privacy Policy was last updated on: Thursday, November 6th, 2014.
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.
This Privacy Policy was last updated on: Thursday, November 6th, 2014.
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.
UNDANG-UNDANG PERGURUAN TINGGI INDUK OTORITER BIROKRASI
31 Oct 2014
Posted by Pathurroni
Tag :
HMP2K
UNDANG-UNDANG PERGURUAN TINGGI
INDUK OTORITER BIROKRASI
Mencerdaskan kehidupan bangsa, begitulah ungkapan ideal
tujuan pendidikan nasional Negara Indonesia yang tertera pada pembukaan UUD
1945 Alinea ke-4, artinya orientasi
pendidikan harus di jadikan sebagai media pembebasan pikiran manusia dari
kebodohan bukan malah menjadikan peserta didik untuk menjadi robot dan kerbau
yang di colok hidungnya, sehingga hanya mampu mengikuti segala bentuk
pembodohan yang tersistematis atau lebih sederhananya pendidikan yang tidak
ilmiah dan terus diamini dalam bentuk dogma-dogma. Contoh nyatanya bisa kita
lihat di Universitas Mataram: “Mahasiswa bidik misi hanya mengikuti aturan
Universitas Mataram untuk dipindahkan ke asrama UNRAM tanpa mengetahui jelas
alasan dipindahkannya untuk apa ? Ketika dipindahkan ke asrama UNRAM pasti
sangatlah membuat kita tidak nyaman, pertama karena prosesnya cenderung
mengancam “Apabila tidak mengikuti aturan, maka beasiswa bidik misi akan
dicabut, kedua karena biayanya yang terlalu mahal” Ungkap salah satu mahasiswa
bidik misi yang menjadi korban na’as pemaksaan pemindahan ke asrama unram.
Apapun muatan dari pendidikan, pemerintah seakan tidak
mau tahu, baik persoalan kualitas pendidikan, pemahaman peserta didik atau
bentuk-bentuk lainnya, bahkan pemerintah melepas tanggung jawabnya untuk
pendidikan dan diserahkan kepada birokrasi kampus dengan sepenuhnya melalui
otonomi.
Kampus yang dilegalkan
berdasarkan Undang-undang Perguruan Tinggi no.12 Tahun 2012 yang muatannya
hampir serupa dengan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (yang sudah
dibatalkan MK karena menyimpang dari UUD 1945) titik fokus dari UU ini lebih
mengarahkan pendidikan ke Sistem Badan Layanan Umum.
Bentuk pelepasan
tanggungjawab pemerintah di sektor pendidikan berimbas kepada sikap otoriterian
Birokrasi Kampus khsusunya Birokrasi UNRAM dengan payung hukum yang sangat kuat
yaitu Otonomi Kampus yang dilegalkan melalui Undang-undang Perguruan Tinggi
no.12 tahun 2012 tadi. keotriteran birokrasi unram terlihat dari biaya daftar ulang mahasiswa baru yang mencapai
13 juta untuk fakultas ekonomi, dicuti paksanya 6.300 mahasiswa karena
telat membayar SPP, pungutan liar ESQ sebesar Rp.400.000 dan masih banyak bentuk keotoriteraan yang lain: refresifitas, penerapan jam malam di semua fakultas, sistem 2 jalur yang membunuh perekonomian masyarakat sekitar unram.
Sistem kapitalisme
terlalu mulus merongrong sektor pendidikan jika Undang-undang Perguruan Tinggi
terus bercokol di Indonesia, maka kami harus bersuara dan meneriakan alternatif:
SOLUSI
1. Cabut Undang-undang Perguruan Tinggi No.12 tahun 2012.
2. Berikan Pendidikan Grtais Ilmiah Demokratis dan
Bervisi Kerakyatan.
POHON
TANDUS DI HADAPAN TIRANI
Oleh :
PATHURRONI
"SPESIAL BUAT SOMEONE"
Pada
suatu hari engkau menghampiri ku dengan penuh senyuman dan keceriaan…
Engkau mengagumi indahnya dedaunan ku, dan sejuknya auraku…
Aku
selalu meneduhi harimu dikala sengatan matahari menghampirimu…
Aku
selalu memberikan kesejukan jiwa dalam sanubarimu…
Suatu
hari… engkau ingin memakan buahku karena engkau haus dan lapar…
Akupun
menundukkan batangku dan mempersilakan engkau memetik buahku…
Setelah
itu engkau makan buahku yang terbaik dari jiwa dan cinta suci ku…
Engkau pun
pergi tanpa memberikan ku sedikit belaian jemari-jemari manis mu…
Hari
berganti senja, senja berganti malam dan malam berganti pagi…
Tapi
kehadiran mu seperti butiran debu di hadapan benteng tirani…
Beterbangan
ditiup angin hilang dan muncul lalu hilang lagi bagaikan patamorgana janji…
Pernah
kah engkau berfikir jikalau aku kesepian belaian jemari manismu…?
Pernah
kah engkau berfikir jikalau aku rindu senyum dan keceriaanmu…?
Kapan
kah hari dimana engkau bisa berteduh sekali lagi di pangkuan ku lagi…?
Entahlah...
Sampai benteng tirani itu berdiri kokoh di depan sana…
Sampai
benteng tirani itu masih menghenuskan pedang-pedang mereka…
Sampai
saat itu aku masih bertahan demi harapan itu…
Sampai
saat itu aku masih menjaga komitmen itu…
Aku
tidak tau apakah aku masih bertahan dan menjaga tekad itu sampai akhir…
Aku
tidak tau apakah aku masih bertahan dari serangan panah api dari benteng tirani
itu…
Atau
kah serangan bongkahan batu-batu besar yang beterbangan menghampiri ku…
Walau
aku terkena serangan-serangan dari benteng tirani itu…
Aku yakin
aku bisa melewati itu semua dengan keberanian dan keteguhan hati…
Walau engkau
tidak pernah menengok aku di kejauhan sana…
Setidaknya engkau melukiskan nama indahmu di batang pohon ku…


