Posted by : Pathurroni
23 Nov 2014
HEDONISME
KEHIDUPAN MAHASISWA
Oleh:
PATHURRONI
A.
Pengertian
Hedonisme
Hedonisme adalah suatu faham yang memandang
bahwa kesenangan itu adalah segala-galanya dan sebisa mungkin menghindari
kesedihan, kesengsaraan, serta hal-hal yang menyakitkan. Kata hedonisme sendiri
berasal dari kata yunani yaitu hedonismos dari akar kata hedone
artinya kesenangan. Faham ini berusaha menjelaskan bagaimana memuaskan
manusia tentang kesenangan yang sesungguhnya yang menjadi arah dan tindakan
manusia itu sendiri didalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Faham hedonis pada zaman modern ini sangat
berkembang pesat dikalangan mahasiswa, pasalnya banyak diantara mahasiswa yang
menyukai gaya hidup yang komplit tanpa kekurangan sedikit pun serta gaya hidup
yang terlalu konsumtif. Padahal tanpa disadari gaya hidup seperti itu akan
merusak pandangan berfikir mahasiswa menjadi semakin apatis tentang
lingkungannya serta cenderung egois terhadap sekitarnya.
Sejatinya paradigma berfikir mahasiswa itu lebih
cenderung progresif dan kritis dalam menganalisis dan mengkaji kehidupan
sosialnya, baik itu kehidupan di dalam kampus maupun di luar kampusnya. Akan
tetapi peran serta tanggung jawab mahasiswa yang sejatinya dijuluki Agen
of Change (agen perubahan) dan Agen of Control (agen
pengontrol) seakan sirna di telan zaman dikarenakan sifat hedonisme meracuni
kehidupan mahasiswa.
Maka timbullah pertanyaan tentang bagaimana
sifat hedonisme ini bisa masuk dalam kehidupan mahasiswa. ? lalu seperti apakah
penanganan yang tepat dalam menghadapi sifat hedonis ini dalam kalangan
mahasiswa. ?
B. Hedonisme Dalam Mahasiswa
Mahasiswa adalah Iron Stock dimana
mahasiswa itu di analogikan sebagai suatu asset masa depan yang kokoh yang
nantinya bergerak kearah perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, karena sejatinya
mahasiswa itu berasal dari masyarakat dan kembali kepada massa rakyat. Maka
patutlah paradigma berfikir mahasiswa itu tidak bisa disamakan dengan manusia
lainnya. Dalam paradigma sosial mahasiswa telah kita sama-sama ketahui bahwa
mahasiswa itu memiliki kajian berfikir yang ilmiah, lalu bagaimanakah hedonisme
itu sendiri dapat masuk di kalangan mahasiswa. ? menurut pendapat saya,
hedonnisme itu dapat masuk di dalam kalangan mahasiswa karena faktor-faktor
sebagai berikut:
1. Faktor Gaya Hidup Mewah
Faktor ini timbul dikarenakan mahasiswa itu
selalu ingin memenuhi kehidupan pribadinya dan cenderung tidak ingin di pandang
rendah oleh orang sekitarnya. Faktor gaya hidup yang mewah ini pun melahirkan
sifat egoisme di kalangan mahasiswa, dimana sifat egoisme ini merupakan
pelengkap dari faham hedonisme. Kenapa
demikian. ? Karena faham hedonisme memandang bahwa kebahagiaan itu adalah
segala-galanya dan tidak berfikir bagaimana caranya membahagiakan orang-orang
yang kesusahan di sekitarnya.
2. Faktor Afatis
Faktor afatis ini sebenarnya kebalikan dari
aktivis, dimana faham aktivis lebih berfikir progressif serta kritis didalam
menganalisis dan mengkaji realita-realita disekitarnya dengan analisis yang obyektif
dan efisien. Sedangkan afatis lebih memandang realita-realita di sekitarnya
tidak berarti apa-apa didalam kehidupannya dan membiarkan realita-realita
tersebut berlalu begitu saja seperti angin yang meniup dedaunan dan terjatuh
begitu saja, tanpa berfikir serta menganalisis dan mengkaji realita tersebut terlebih
dahulu. Lalu apa kaitannya dengan faham hedonisme dikalangan mahasiswa. ? tentu
ada kaitannya, karena afatis melahirkan sifat individualis yang berlebihan dari
mahasiswa yang memandang segala sesuatu itu harus di telaah dengan perasaan
terlebih dahulu. Apakah sesuatu itu dikatakan baik atau tidak oleh perasaan
maka itu yang di percayai untuk di lakukan, sementara dalam paradigma mahasiswa
menganalisis suatu masalah dengan perasaan pasti berbenturan dengan kondisi
subjektif yang menghasilkan rasa malu, sungkan dan lain-lain, maka otomatis
hasilnya akan selalu salah dengan realita yang sedang di hadapinya. Dengan
begitu mahasiswa lebih memilih hal-hal yang tidak memberatkan fikiran serta
daya analisis tinggi di dalam mengkaji realita-realita yang terjadi di
sekitarnya dan lebih memilih have fun seperti santai ke pantai, dugem
dan shopping sampai jalan-jalan malam yang sebenarnya tidak ada artinya jikalau
itu hanya menguras goceng alias duit yang berlebihan.
3. Faktor Perfectsionis
Faktor perfectsionis timbul karena adanya faktor
gaya hidup mewah yang mengharuskan mahasiswa itu mengikuti style kehidupan
modern saat ini, terlebih dengan kemajuan teknologi baru yang mau tidak mau
mahasiswa itu bersaing didalam mendapatkan teknologi baru tersebut yang tujuannya
hanya memuaskan kehidupan pribadi mahasiswa itu sendiri agar tidak di anggap
remeh oleh orang disekitarnya, padahal menjadi mahasiswa itu tidak sekedar
ngmpus dan hanya mendapatkan ilmu yang hanya sedikit saja tanpa didukung oleh
ilmu lainnya di sekitar kampus seperti masuk organisasi. Kaitannya dengan
hedonisme dalam kalangan mahasiswa, karena sifat perfectsionisme sangat dekat
hubungannya dengan faham hedonisme itu sendiri. Terlebih faham hedonisme menganggap
bahwa kebahagiaan itu lah tujuan hidupnya serta tolak ukur tindakan manusia
maka secara tidak langsung menghasilkan sifat perfectsionis yang memandang
bahwa kesempurnaan dalam segala hal itu adalah merupakan sebuah keharusan dalam
hidupnya. Tanpa memandang bahwa orang sekitarnya yang lebih membutuhkan belaian
kasih akan kehidupan yang bahagia juga sering kali di abaikan olehnya.
4. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan sangat menentukan keperibadian
mahasiswa, karena lingkungan adalah tempat dimana mahasiswa bergaul dan
berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Lingkungan yang apatis akan memaksa
mahasiswa menjadi manusia yang tidak mau tau akan realita-realita di sekitarnya
alias cuek-cuek aja. Dan biasanya lingkungan mahasiswa yang apatis ini akan
menjadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang - kuliah pulang).
Kerjaannya Cuma kuliah dan kuliah lalu pulang begitu saja tanpa memikirkan
bagaimana ia berinteraksi secara lebih dengan mahasiswa lain dan sangat tidak
peduli akan organisasi-organisasi di dalam perkuliahan yang sejatinya
mendewasakan fikirannya serta tindakannya di kemudian hari. Prilaku apatis
seperti itu cenderung rentan diserang oleh hedonisme, karena faham hedonis yang
sejatinya mengkuantitaskan kesenagan itu akan cenderung lupa bagaimana caranya
berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan mudah terjebak oleh situasi dan
kondisi dimana situasi tersebut diambil alih oleh perilaku hedonis dan
melupakan analisis ilmiahnya sebagai mahasiswa yang menjadikannya dewasa dalam
berfikir serta berperan sesuai dengan paradima mahasiswa itu sendiri.
5. Faktor Gaya Hidup Bebas
Gaya hidup bebas mahasiswa sangat rentan
diserang hedonisme, karena gaya hidup bebas sangat memperioritaskan kesenangan
duniawi yang sebetulnya hanya sesaat dan tidak mempunyai makna yang signifikan
kepada mahasiswa itu sendiri. Dalam tindakannya sehari-hari, gaya hidup bebas
ini cenderung mengambil tindakan yang ringan-ringan serta tidak mau mengambil
resiko yang terlau memberatkan fikirannya. Tindakan seperti itu sangat persis
dengan tindakan faham hedonis yang memandang bahwa segala sesuatu itu tidak
memberatkan jiwa dan raga dalam kehidupan sehari-hari. Pantaslah mahasiswa yang
kehidupannya tertlalu bebas dan glamour itu lebih memilih posisi aman serta
tidak mau memacu maneuver dia dalam tindakan-tindakannya yang membawa kebahagiaan
bagi orang-orang di sekitarnya.
Selanjutnya langkah-langkah seperti apakah yang
seharusnya ditempuh oleh mahasiswa dalam menghadapi faham hedonis yang
sejatinya merusak paradigma berfikir mahasiswa dalam kehidupannya sebagai agen
of change dan agen of control ditengah-tengah masyarakat kampus maupun di luar
masyarakat kampus. ? berikut langkah-langkahnya yang menurut saya bisa
mengurangi sifat hedonis dalam kalangan mahasiswa.
1) Kritis Dalam Bertindak dan Bertinngkah Laku
Menjadi
mahasiswa yang kritis dan peka terhadap lingkungan adalah bukan sebuah pilihan,
melainkan sebuah keharusan. Karena dengan kita menjadi mahasiswa yang kritis
kita mampu mengkaji serta mengambil tindakan yang tepat dan efisien dalam
menghadapi masalah-masalah yang menghadapii kita. Dengan begitu paradigma
berfikir mahasiswa akan menjadi sebuah praktek yang nyata dan bukan menjadi
sebuah wacana belaka. Maka dengan begitu pula secara tidak langsung kita dapat
memarginalkan hedonisme didalam kehidupan mahasiswa dan beralih kepada perilaku-perilaku
yang positif serta dapat membantu sesama dengan keikhlasan dan keyakinan yang
teguh akan perubahan.
2)
Menerapkan Gaya Hidup Sederhana
Menerapkan gaya
hidup yang sederhana adalah salah satu pilihan alternative dalam
membasmi hedonisme dikalangan mahasiswa, pasalnya dengan menerapkan gaya hidup
yang sederhana, orientasinya lebih akurat serta tidak terlalu memberatkan
fikiran serta terkesan lebih menarik dimata orang lain. Pola hidup sederhana
juga memberi pengaruh yang signifikan terhadap pergaulan mahasiswa dengan
mahasiswa lainnya, karena di pandang sangat supple dalam bergaul dan
tidak memandang lawan bergaul dari segi apapun. Itulah alasan pola perilaku sederhana
itu sangat berpengaruh terhadap penghapusan hedonisme dalam kalangan mahasiswa.
3)
Kontrol Pengeluaran Bahan Produksi
Pengeluaran bahan
produksi disini maksudnya adalah modal yang berbentuk materil maupun non
materil, bahan materil disini maksudnya seperti uang, sedangkan bahan produksi
yang non materil itu berupa selain dari uang seperti tenaga dan alat
transportasi. Lalu bagaimanakah cara kita mengontrol bahan produksi tersebut
dalam kehidupan kita sehari-hari dalam masyarakat kampus maupun masyarkat di
luar kehidupan kampus. ? Jawabannya ada pada paradigma berfikir mahasiswa itu
sendiri. Disinilah praktek nyata dari acuan berfikir seorang mahasiswa itu
dalam mengontrol segala yang menjadi perioritas utamanya. Maka secara tidak
langsung sifat hedonisme itu dapat di cegah oleh mahasiswa itu dengan
mengontrol dan memikirkan secara ilmiah
tentang segala resiko yang akan ddiambil kelaknya.
Pada
intinya pencegahan hedonisme dalam mahasiswa itu terletak pada keyakinan (trust)
yang teguh serta praktek yang nyata dari mahasiswa itu sendiri. Itu lah
beberapa cara yang mungkin dapat meminimalisir budaya hedonis itu timbul dalam
dunia kemahasiwaan.
:c
ReplyDeletemenurutku sih mahasiswa harus susah-susah dulu biar nanti buahnya manis:"))
ReplyDeleteeh mampir blogku yaa http://student.blog.dinus.ac.id/dhyanaranp/2017/03/13/mencintai-apa-adanya/