Posted by : Pathurroni
5 Jun 2014
OPORTUNIS
DI SEKIKTAR KITA ??
Oleh: PATHURRONI
Oleh: PATHURRONI
A.
PENGERTIAN
OPORTUNISME
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “oportunisme adalah suatu
paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari
kesempatan yang ada tanpa berpegang pada prinsif tertentu”. Sedangkan dari Wikipedia
Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas, menyatakan bahwa “oprtunisme
adalah sebuah aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan
menguntungkan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok atau suatu tujuan
tertentu”. Oportunisme juga berarti suatu tindakan bijaksana yang dipandu
terutama oleh motivasi mementingkan diri sendiri. Oportunisme sendiri diambil
dari kata Bahasa Inggris yaitu
“opportunity” yang berarti peluang, sedangkan “is” yaitu berarti
pelaku atau orang yang melakukan tindakan oportunisme itu sendiri.
Selanjutnya berdasarkan Oxford English Dictionary, Oportunist:
“A person who exsploits circumstances to gain immediate advantage rather
than being guided by consistent principles or plans” artinya yaitu (orang
yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan langsung, tanpa
berpegang pada prinsi-prinsip atau rencana yang konsisten“) dan Oportunism:
“The practice of looking for and using opportunities to gain an adventages
for oneself, without considering if this is fair or righ” artinya
(faham/ajaran yang mencari dan menggunakankesempatan untuk memperoleh
keuntungan bagi diri sendiri, tanpa mempertimbangkan apakah ini adil atau
benar). Dari pengertian oportunis menurut kamus di atas kita dapat mengambil
kesimpulan bahwa oportunis itu sendiri berasal dari sifat manusia yang tidak
pernah puas akan segala sesuatu yang dia peroleh, dia mengambil segala
kesempatan serta peluang yang ia peroleh walau itu sangat kecil sekali dan
dalam situasi dan kondisi seperti apa pun itu, ia selalu mengambilnya dan tanpa
memikirkan orang lain disekitarnya. Oportunis itu cenderung berfikir pintar
dalam berperan dan bergaul dengan teman-temannya, contohnya saja dalam kehidupan
kita sehari-hari, opertunis sangat memilih-milih teman dalam pergaulannya
sehari-hari, dimana ia lebih memilih teman yang punya duit lebih lah yang
menjadi temannya dan melupakan temannya yang punya kekurangan ekonomi. Tujuannya
pun sangat jelas demi mementingkan dirinya dan mengambil keuntungan lebih dari
temannya yang mempunyai kelebihan ekonomi tersebut. Tanpa kita sadari oportunis
pun menyerang kehidupan kita di bangku perkuliahan, contohnya saja saat dosen
memberikan tugas kelompok kepada mahasiswa, ada saja salah seorang di antara
mereka yang hilang-hilangan saat mengerjakan tugas kelompok tersebut, barulah
pas hari presentasenya di kelas dia muncul sebagai pemateri. itu lah orang yang
oportunis yang hanya mengambil keuntungan saja dari kelompoknya tanpa ikut
serta dalam pembuatan tugas kelompok yang telah diamanatkan oleh dosen. Sifat oportunis
ini cenderung egois, karena ia hanya mementingkan dirinya pribadi dan tidak mau
berbagi keuntungan lebih kepada orang sekitarnya. Gawat sekali jika sampai
oportunisme ini bisa sampai kepada ranah politik di negeri kita ini. bayangkan
seandainya ada pejabat kita yang terkena sama oportunisme ini, yang tadinya
hanya merugikan seseorang atau sekelompok orang, tapi jika berbicara tentang
politik dan para pejabat, pastinya sahabat sudah mengetahui bahwa rakyatlah
yang menjadi korban dari oportunisme ini sendiri.
B. Cara
Mengatasi oportunisme dalam kehidupan sehari-hari
Solusi
mengatasi oportunisme itu cukup SIMPLE ( SIngkat, Mantap, Praktis, dan LEngkap)
sahabat diantaranya sebagai berikut:
1. Meningkatkan
kekolektivitas
Kolektivitas
merupakan sebuah bentuk kerjasama demi mencapai tujuan bersama. Dengan meningkatkan
kekolektivisan berarti kita mampu mengatasi oportunisme dalam kehidupan social kita
sehari-hari. Menyadari akan pentingnya kolektivitas dalam sebuah kelompok pula
kita bisa saling menguatkan diri dalam berbagai polemik yang kita hadapi dalam
kehidupan sehari-hari kita sahabat.
2. Bangun
kesadaran dari diri sendiri
Sebenarnya
oportunisme itu muncul dari ketidaksadaran kita akan apa-apa yang akan kita
tuju kedepannya, seperti hal-hal penting yang bisa menjadikan kita pribadi yang
bahagia tanpa harus mengorbankan seseorang di sekitar kita. Hal ini patut kita
sadari bahwa oportunisme itu adalah sebuah hal yang tidak perlu kita dekati dan
kita tuju. Karena banyak hal selain langkah itu yang dapat kita pilih sebagai
tindakan kita dalam mencapai kebahagiaan.
good
ReplyDeletemantap postingannya
DeleteTerima kasih tulisan ini sangat bermanfaat
ReplyDelete